Lihat disini untuk booklet Revitalisasi Smart Farming nya
Abstrak
Pertanian merupakan sektor strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat. Namun, keterbatasan lahan, ketergantungan terhadap musim, serta minimnya pemanfaatan teknologi menjadi kendala utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan revitalisasi smart farming berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) melalui penerapan sistem hidroponik di Tiyuh Wono Kerto. Metode pelaksanaan meliputi persiapan sarana prasarana, penyemaian bibit, pemindahan tanaman ke instalasi hidroponik, serta pendampingan dan edukasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem hidroponik dapat diaktifkan dan dimanfaatkan secara optimal, ditandai dengan pertumbuhan tanaman selada yang baik serta meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pertanian modern. Program ini diharapkan mampu mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian pangan masyarakat setempat.
Kata kunci: Smart farming, teknologi tepat guna, hidroponik, pengabdian masyarakat, pertanian berkelanjutan.
- Pendahuluan
Pertanian memiliki peranan penting dalam menunjang ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, sektor pertanian dituntut untukmampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas.Namun, pada kenyataannya, masih banyak wilayah pedesaan yang mengandalkan metode pertaniankonvensional dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
Tiyuh Wono Kerto merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian cukup besar,namun pemanfaatan teknologi modern masih tergolong terbatas. Salah satu permasalahan yangdihadapi adalah belum optimalnya penggunaan sistem Teknologi Tepat Guna (TTG) yang telahtersedia. Oleh karena itu, diperlukan upaya revitalisasi melalui penerapan konsep smart farmingberbasis hidroponik sebagai solusi pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan.
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengantujuan mengaktifkan kembali sistem TTG serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelolapertanian berbasis teknologi.
2. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:
2.1. Persiapan
Tahap persiapan meliputi survei lokasi, identifikasi permasalahan, serta pengecekan kondisi greenhouse dan instalasi hidroponik yang tersedia di Tiyuh Wono Kerto. Selain itu, dilakukan penyediaan bibit selada, media tanam berupa spons, serta larutan nutrisi tanaman.
2.2. Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan dimulai dengan proses penyemaian bibit selada pada media spons yang telah dibasahi. Bibit didiamkan selama satu hari hingga muncul tunas. Selanjutnya, bibit yang telah berkecambah dipindahkan ke pipa hidroponik di dalam greenhouse. Selama masa pertumbuhan, dilakukan perawatan rutin meliputi pemberian nutrisi, pengecekan aliran air, serta pemantauan kondisi lingkungan.
2.3. Edukasi dan Pendampingan
Pendampingan dilakukan melalui penyediaan booklet panduan smart farming hidroponik bagi masyarakat, kelompok Ibu PKK dan pengelola greenhouse.
- Hasil dan Pembahasan
Pelaksanaan program revitalisasi smart farming menunjukkan hasil yang positif. Sistem hidroponik yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal berhasil diaktifkan kembali. Bibit selada menunjukkan pertumbuhan yang baik dan seragam, menandakan bahwa sistem nutrisi dan lingkungan tumbuh telah berfungsi secara optimal.
Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep pertanian modern. Melalui kegiatan pendampingan, masyarakat mulai memahami pentingnya pengelolaan nutrisi, efisiensi penggunaan air, serta potensi ekonomi dari hasil pertanian hidroponik. Program ini juga mendorong munculnya kesadaran kolektif akan pentingnya inovasi dan keberlanjutan dalam sektor pertanian.
- Kesimpulan
Program pengabdian masyarakat melalui revitalisasi smart farming berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) di Tiyuh Wono Kerto berhasil mengaktifkan sistem hidroponik serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola pertanian modern. Penerapan sistem hidroponik terbukti mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air, kualitas tanaman, serta mendorong pertanian yang berkelanjutan. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat terus dijaga melalui peran aktif masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak.
Ucapan Terima Kasih
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Pemerintah Tiyuh Wono Kerto, masyarakat setempat, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini. Terima kasih juga kepada Institut Teknologi Sumatera atas fasilitasi dan pendampingan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata.
Tertanda
TIM KKN PPM 67-ITERA
Tiyuh Wono Kerto, Tahun 2026